Kamis, 08 Januari 2015

bebas keuangan ala pembantu rumah tangga

bebas keuangan adalah mimpi semua orang, begitu banyak cara untuk mencapai keadaan ini, ada yang menempuhnya melalui bisnis,Saham, MLM,  properti, Internet dan lainnya. Apapun triknya, apapun caranya, apapun namanya, sesungguhnya 'benang merah' dari hal itu semua adalah investasi.

orang ketika mendengar tentang investasi, yang terbayang sesuatu yang canggih, yang perlu uang yang banyak, pengetahuan yang cukup , juga segudang pengalaman. Jika investasi diartikan seperti itu, artinya bebas keuangan hanyalah milik sedikit orang yang punya modal saja dong, hanya untuk sedikit orang yang pintar saja dong,. Apakah benar demikian....

Sudah lama sekali saya ingin posting mengenai ini, jika kita melakukan investasi, untuk tujuan untuk mencapai bebas keuangan, tidak harus dihubungkan dengan semua hal yang bersangkutpaut tentang saham, properti, atau bisnis yang canggih, investasi juga bisa dilakukan dengan cara yang cukup amat sangat sederhana seperti cerita si irah ini.

seminggu yang lalu saya mampir kerumah salah satu sahabat saya ARSO, cos di undang buat metik buah rambutan cipelat (hhmmm... masih kerasa manisnya) sambil makan rambutan berbincanglah saya dengan pembantu sahabat saya ini sebut saja namanya irah…. seseorang yang lugu, sederhana, yang datang ke Jakarta dengan menempuh perjalanan selama 13 jam, meninggalkan anaknya yang masih kecil dan seorang suaminya di kampung demi untuk dapatkan pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga

kami berbincang cukup lama, saya menanyakan latarbelakang dia, alasan dia rela meninggalkan keluarga juga anaknya yang masih kecil di kampung hanya untuk bekerjaan sebagai pembantu rumah tangga? Dari percakapan saya dengan irah, saya menjadi amat terharu juga kagum dan bangga dengan irah. WHY? Karena ternyata seorang irah, datang ke Jakarta tidak sekedar bekerja sebagai pembantu rumah tangga, tapi mirip dengan perjalanan hidup saya selama 7tahun bertarung di dunia kerja sekaligus usaha, saya juga bukan bertujuan selamanya menjadi karyawan, tapi saya punya rencana besar, impian besar, pekerjaan yang saya jalani hanyalah sebagai batu loncatan saja. irah ternyata juga punya impian yang besar untuk mencapai kebebasan keuangan, dia bekerja jadi pembantu rumah tangga hanyalah untuk sementara waktu saja.

Apa yang akan dilakukan irah untuk meraih kebebasan keuangannya? Menurutnya sekarang ini dia sudah mempunyai 12 ekor bebek di kampung yang bertelur 1 butir setiap harinya, jika telur itu irah bisa jual dengan harga rp.1000/butir. irah bisa mendapatkan Rp. 10 ribu perhari bersih dari menjual telur, setelah dipotong dengan biaya makan bebek  tersebut.

Rencananya adalah seperti ini : setiap bulan, irah berencana menabung gajinya, minimal Rp. 300 rb perbulan (setelah dipotong keperluan pribadi dan kirim uang ke kampung) sebagai pembantu rumah tangga. dalam 9 bulan menabung, irah akan berhasil menabung Rp, 2,7 juta (9 x rp. 300rb).

Nah saat itulah irah akan berhenti bekerja lalu pulang kampung untuk kembali berkumpul dengan anak dan suaminya tercinta. Karena tabungannya yang telah terkumpul sebesar Rp. 2,7 juta, saat itu dia belikan bebek dengan harga 50rb perekor. hingga irah bisa mendapat sebanyak 54 ekor bebek baru. Artinya saat itu irah akan memiliki 66 ekor bebek, yang kalau setiap harinya, minimal bebek yang bertelur 2/3 dari jumlah bebek yang ada, paling tidak dia akan mendapat sekitar 40an butir telur, yang nanti jika dijual akan menghasilkan kurang lebih Rp.40 rb, setelah dikurangi biaya pakan dari bebek sebesar Rp.7000 perhari (Rp. 1000 / 10 ekor), hasilnya adalah Rp. 33rb/hari, artinya hasil penjualan telur bebek tersebut adalah Rp.990.000 /bulan. Di mana saat itulah, jumlah itu sudah  lebih besar dari gajinya saat ini yang hanya sebesar Rp. 650 rb/bulan dan saat itu irah tidak perlu lagi untuk berpisah jauh dari keluarganya.

Luarbiasa sekali kan sobat.... rencana si irah ini, suatu rencana mencapai kebebasan keuangan yang memang sederhana, tapi dapat membuat saya kagum dengan pemikirannya. Sebuah rencana dalam menggantikan penghasilan aktifnya sebagai pembantu rumah tangga dengan penghasilan dari telur bebek. Sebuah rencana yang sangat luarbiasa untuk seseorang yang hanya sempat sekolah sampai kelas 3 SD, itulah cara si irah mencapai kebebasan keuangannya. Apakah setelah keadaan itu tiba, irah hanya akan berdiam diri di kampung mengasuh anak juga suaminya mengangon bebek bebeknya? Ternyata tidak sama sekali, sebagian hasil penjualan telur bebeknya tersebut, akan ditabung kembali, lalu digunakan sebagai modal membuka warung makanan dan membeli motor untuk dijadikan ojek….. Luarbiasakan…..Selamat irah!, jangan lupa sama saya ya, kalau nanti sudah jadi juragan di dikampung.

Jika seorang sederhana, dengan pendidikan yang hanya kelas 3 SD seperti si irah memiliki sebuah rencana juga impian besar untuk meraih kebebasan keuangan melalui sistem ternak bebek ….. Sebuah sistim yang amat sederhana, …… mirip dengan sistim "Angsa Emas"

nah sobat mengertikan sekarang bahwa kebebasan keuangan bisa dengan berbagai cara..... saya amatlah senang jika sobat ingin mencapai taraf itu dengan cara meminjam uang kepada saya.... baik dengan jaminan bpkb mobil, motor maupun sertifikat rumah,  tidak usah ragu sobat, saya akan coba layani anda layaknya seorang sahabat


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Trimakasih atas komentar sobat, saya akan membalas secepatnya, salam sukses!!

BACA JUGA POSTING LAINNYA