Jumat, 09 Januari 2015

Dept collector kejam benarkah

Mendengar kata debt collector, saya teringat peristiwa  beberapa tahun. Ada lima orang penagih hutang, berbadan tinggi besar dan wajahnya dingin tanpa senyum datang ke tetangga saya di Jakarta timur. Mereka mencari anak tetangga saya sebut saja rudi yang berhutang kartu kredit dan tanpa basa basi langsung mengetuk pintu dengan keras.

Tiba tiba  terdengar suara - suara orang berteriak ibu rudi yang sudah tua di datangi debt collector karena rudi punya tunggakan kartu kredit bermasalah. Sadisnya mereka membentak bentak  dan mengancam ibu itu yang tak tahu apa apa, tentu saja beliau ketakutan. Ternyata rudi menggunakan alamat rumah ibunya  ketika mengajukan kartu kredit. Makanya rumah itu yang di datangi oleh debt collector!

mungkin karena agak emosi karena rudi susah untuk dicari salah seorang debt collector mendorong ibu rudi, karena kaget ibu rudi pingsan namun tak disangka salah satu debt collector menangkap tubuh ibu rudi agar tidak jatuh, memang kondisi agak panik satu orang lainnya memanggil tetangga dan mencari mobil untuk membwa ibu rudi kerumah sakit lalu mereka pergi ketika pihak keluarga telah datang hmmmm......

akhirnya pada hari yang ditentukan rudi membawa pengacara menemui debt collector di rumah ibunya. di perdebatan yang cukup alot akhirnya solusi di sepakati dan Urusan selesai, mereka bersalam salaman. Kesempatan ini tak di sia siakan oleh ibu.

" Pak pengacara , mereka tuh kurang ajar ! saya ngga pernah punya hutang di bentak-bentak. Kalau saya sakit jantung bisa mati ketakutan. Eh! kalian jadi debt collector jangan sok sadis, disumpahin orang baru  tahu rasa !! " Mungkin merasa apa yang dikatakan ibu rudi benar, akhirnya para penagih hutang  itu minta maaf . Ibu itu orangnya lugu dan beliau tak suka anak anaknya punya kartu kredit,  Katanya  ngutang koq bangga. namun apakah ibu rudi tau yang membawanya kerumah sakit siapa..... jawabnya tidak.....

Menurut pendapat saya, debt collector  ada yang kejam dan  ada juga yang sopan. Yang sadis kayak preman contohnya sudah ada, yaitu korban meninggal disebuah bank terkemuka. Yang sopan kadang mendapat uang bensin jika yang ditagih tak mampu membayar, yang paling kejam kejadian diatas adalah rudi sudah tidak memenuhi kewajibannya korbanin orang tuanya juga lagi, kalo ia penuhi kewajiban membayarnya semua akan baik-baik saja.

Debt collector bekerja tanpa gaji, mereka hanya mengandalkan  komisi sekian persen dari total tagihan.  Makanya kadang ada yang kejam, mungkin pusing target belum tercapai, asap dapur harus mengepul.

mereka juga ga mau jadi dedt collector kalo ada sobat yang merasa mereka kejam sangat wajar tapi itulah kerja mereka...... tapi kalo mau mereka tidak kejam laksanakan kewajiban membayar hutang atau pinjaman uang atau beri semua dedt collektor pekerjaan yang ada gajinya tidak seperti sekarang
tapi semua di kembalikan dari pola pandang sobat semua

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Trimakasih atas komentar sobat, saya akan membalas secepatnya, salam sukses!!

BACA JUGA POSTING LAINNYA