ULASAN TENTANG PINJAMAN UANG (HERY 02199687811)

banyak pepatah yang mengatakan bahwa untuk menjadi sukses, orang harus berani meminjam uang (mengambil kredit). Terlepas apakah pepatah ini benar atau keliru, tapi layak juga untuk dibahas berbagai kemungkinannya dalam pranata hukum

dalam hal pengajuan kredit kita harus hati-hati disebabkan banyak kreditur yang bermodal kecil bersepekulasi untuk mendapatkan keuntungan yang besar hal ini berbahaya bagi para debitur apa lagi kredit pinjaman dengan jaminan oleh karena itu lebih hati hati memilih kreditur baik perorangan maupun lembaga yang dapat di percaya

Setiap kredit yang telah disepakati oleh pemberi kredit (kreditur) dan penerima kredit (debitur) maka wajib dituangkan dalam bentuk perjanjian yaitu perjanjian kredit. Perjanjian itu sendir diatur dalam Pasal 1313 KUHPerdata. Perjanjian kredit sendiri berakar pada perjanjian pinjam meminjam sebagaimana yang diatur dalam Pasal 1754 KUHPerdata. Nah dalam pembuatan perjanjian kredit harus dilihat dan dipahami tentang syarat sahnya perjanjian yang diatur dalam Pasal 1320 KUHPerdata yaitu

1.Para pihak telah sepakat untuk membuat perjanjian

2.Para pihaknya cakap untuk membuat perjanjian

3.Ada hal tertentu yang diperjanjikan

4.Dan perjanjian tersebut didasarkan pada sebab yang halal.


Perjanjian kredit mempunyai fungsi yang penting baik bagi kreditur maupun bagi debitur antara lain

1.Berfungsi sebagai perjanjian pokok

2.Berfungsi sebagai alat bukti mengenai batasan hak antara kreditur dan debitur

3.Berfungsi sebagai alat monitoring kredit

Perjanjian kredit dalam prakteknya mempunyai 2 bentuk

1.Perjanjian dalam bentuk Akta Bawah Tangan (diatur dalam Pasal 1874 KUHPerdata)

Akta bahwa tangan mempunyai kekuatan hukum pembuktian apabila tanda tangan yang ada dalam akta tersebut diakui oleh yang menandatanganinya. Supaya akta bawah tangan tidak mudah dibantah maka diperlukan legalisasi oleh Notaris yang berakibat akta bawah tangan tersebut mempunyai kekuatan pembuktian seperti akta otentik

2.Perjanjian dalam bentuk Akta Otentik (diatur dalam Pasal 1868 KUHPerdata)

Akta otentik mempunyai kekuatan pembuktian yang sempurna yang artinya akta otentik dianggap sah dan benar tanpa perlu membuktikan atau menyelidiki keabsahan tanda tangan dari para pihak

Lalu kapan dong berakhirnya perjanjian kredit, nah dalam hal ini berkakhirnya perjanjian kredir mengacu pada Pasal 1381 KUHPerdata dan berbagai praktek hukum lainnya yang timbul dalam hal pengakhiran perjanjian kredit. Hal ini dilakukan melalui

1.Pembayaran

2.Subrograsi (Pasal 1400KUHPerdata); pemberian hak-hak kreditur oleh pihak ketiga yang membayar utang

3.Pembaruan utang/novasi (pasal 1413 KUHPerdata)

4.kompensasi (pasal 1425 KUHPerdata)

demikian ulasan ini semoga bermanfaat

terdapat pada: jaminan bpkb, pinjaman tanpa agunan, uang, dana, butuh dana, cepat kaya, pinjaman uang tanpa jaminan, cari pinjam uang tanpa jaminan, pinjaman dana tunai, dana cepat, cari dana pinjaman, d 100 jt,loans pinjaman dana, pinjaman, pinjaman uang, pinjam uang, cara pinjam uang, pinjaman uang cepat, saya butuh uang, pinjaman uang di bank, tempat pinjam uang, dana tunai, butuh pinjaman, butuh uang, uang cepat, pinjaman tunai, jaminan sertifikat,

BACA JUGA POSTING LAINNYA