Jumat, 09 Januari 2015

Sistem kredit dan pengelolaan resiko (hery 02199687811)

patut di ketahui sistem kredit adalah aliran uang, berdasarkan kepercayaan, dari orang yang meminjamkan ke orang yang meminjam, dan sebaliknya. Ada pemahaman bahwa uang yang dipinjamkan itu akan dikembalikan dalam rentang waktu tertentu. Supaya sistem tetap berfungsi, peminjam harus melunasi utangnya tepat waktu. Terlalu banyak kegagalan bisa menimbulkan kerusakan fatal pada sistem. Memahami sistem kredit membantu Anda mengelola pinjaman dengan lebih baik.

Kredit Dasar

Aliran uang termasuk kompleks dan multidimensional. Bahkan dalam hubungan antara orang yang meminjam uang dan orang yang meminjamkan uang–yang tampak sederhana–sekalipun. Orang yang meminjamkan uang punya metode untuk menilai pantas tidaknya peminjam diberi kredit. Seiring waktu, metode itu harus terus dikembangkannya supaya makin canggih. Dia juga punya beragam cara untuk mengelola tingkat risiko berbeda-beda, yang muncul saat berurusan dengan sejumlah peminjam. Metode-metode itu bernama bunga dan jaminan.

Bank dan Kredit

Saat mengucurkan pinjaman untuk nasabah, bank harus mengusahakan sendiri adanya uang itu. Bisa dengan mengumpulkan uang para pemegang saham. Atau, sumber pembiayaan terbesar, kewajiban berbentuk deposito nasabah. Saat pinjaman dalam jumlah signifikan macet (tidak terbayarkan atau tertunda pelunasannya), bank bisa-bisa kesulitan memenuhi komitmennya sendiri. Alias krisis.

Mengelola Resiko

Di mana ada pembeli dan penjual, di situ ada transaksi. Di mana ada transaksi, di situ ada harga. Suku bunga merupakan harga transaksi berupa pinjaman uang atau kredit. Peminjam, alias debitur, menikmati penggunaan seketika uang, sementara pihak yang meminjamkan, alias kreditur, kehilangan manfaat itu. Mengingat kreditur mengorbankan penggunaan seketika uangnya, selain pengembalian uang itu, ada pula kompensasi yang harus mereka peroleh. Harga yang harus dibayar oleh debitur karena telah menikmati penggunaan seketika uang milik kreditur. Kompensasi itu bernama bunga. Suku bunga adalah harga kredit. Tiap harga dalam ekonomi pasar ditentukan oleh permintaan dan penawaran. Pun besarnya suku bunga, ditentukan oleh permintaan dan penawaran kredit, di samping besarnya risiko dan durasi pinjaman. Kalau perlu, kreditur akan meminta jaminan atau keamanan. Dalam bentuk paling mendasar, jaminan adalah aset yang bisa diambil alih kepemilikannya oleh kreditur kalau debitur gagal memenuhi syarat dan ketentuan pinjaman. Kreditur meminta jaminan karena beberapa alasan. Salah satunya, bisa jadi, jangka waktu pinjaman diperpanjang, sementara kreditur enggan terikat dalam komitmen selama itu tanpa perlindungan jaminan. Atau, debitur punya sejarah kredit kurang ideal; jaminan harus disediakan supaya kreditur yakin dirinya takkan terjebak dalam kredit macet. Debitur dengan risiko pribadi tinggi (seperti pengemudi mobil stunt, misalnya) biasanya diminta menyediakan jaminan saat mengajukan permohonan kredit. Luka akibat kecelakaannya bisa saja melenyapkan kemampuannya melunasi utang.

Kredit dan Jaminan

Korporasi dengan rating kredit tinggi–yang tertinggi "AAA" dari Standard & Poor's atau Fitch dan "Aaa" dari Moody's–akan dikenai suku bunga marjin (alias spread atau risk premium). Suku bunga itu lebih rendah–dengan selisih cukup signifikan–dibandingkan suku bunga yang dikenakan pada bisnis lebih kecil untuk pinjaman serupa. Ini karena persepsi risiko yang berbeda. Dibandingkan bisnis kecil, korporasi besar memiliki ikatan lebih kuat dengan komunitas bisnis yang lebih luas. Pinjaman "dijaminkan" berarti debitur menyediakan suatu jaminan. Bunganya lebih rendah dibandingkan pinjaman tanpa jaminan.

semoga bermanfaat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Trimakasih atas komentar sobat, saya akan membalas secepatnya, salam sukses!!

BACA JUGA POSTING LAINNYA