Jumat, 09 Januari 2015

Mengelola keuangan denga bijak (hery 02199687811)

Pada periode awal masa kerja, saya tidak cepat-cepat menangkap nasihat orang yang lebih dewasa tentang uang. Nasihat orang tua tentang pentingnya menabung dan berinvestasi juga kurang saya perhatikan. Saya membelanjakan uang terutama membeli buku, dan mentraktir orang lain tanpa berpikir panjang. Ada ketidakseimbangan dalam hal mengelola uang. Selain itu, saya tidak memberikan sejumlah uang secara rutin kepada orang tua. Ini tidak pernah terlintas dalam pikiran saya sampai mendengar nasihat ini beberapa tahun lalu.

Belajar dari kesalahan-kesalahan di masa lalu dalam hal mengelola uang, saya menyodorkan nasihat dan saran buat karyawan pemula. Saran ini juga relevan buat Anda yang sudah bekerja beberapa tahun bahkan belasan tahun. Berikut adalah pelajaran-pelajaran yang bisa Anda petik:

Pertama, setiap bulan sisihkanlah sekian persen sesuai dengan keyakinan dan kerelaan Anda untuk Anda berikan kepada institusi agama. Bila Anda beragama Kristen, sisihkanlah 10% dari penghasilan Anda untuk Anda berikan ke gereja. Bila Anda beragama Islam, sisihkan zakat Anda dan serahkanlah itu kepada badan-badan yang dapat membagikannya dengan bijak kepada yang membutuhkan. Bila Anda melakukan hal ini dan Anda hati-hati berinvestasi dan membelanjakan uang, keuangan Anda akan sehat. Tuhan Yang Maha Esa sangat menghormati sosok-sosok demikian apalagi bila ini Anda lakukan dari cinta kasih yang tulus.

Kedua, sisihkanlah sekian persen dari penghasilan Anda untuk investasi. Ini bisa And lakukan dalam bentuk tabungan, deposito, emas, saham-saham yang sehat atau dalam bentuk investasi lain. Meminjam nasihat orang lain tentang mengelola uang, sisihkan dulu investasi Anda sebelum membelanjakan uang untuk keperluan sehari-hari.

Ketiga, sisihkanlah dana cadangan untuk hal-hal mendadak. Barangkali Anda perlu membuat rekening sendiri untuk hal ini. Uang ini Anda perlukan ketika ada hal-hal mendadak yang tidak ada dalam anggaran Anda. Anda tidak tahu apa yang akan terjadi dalam hidup Anda. Anda, orang tua atau teman Anda bisa sakit tiba-tiba dan mereka butuh uang. Orang lain tidak selalu bisa membantu Anda dalam kondisi begini kecuali Anda punya dana cadangan.

Keempat, setelah Anda menyisihkan sejumlah uang untuk institusi agama, investasi dan dana cadangan, buatlah rincian pengeluaran Anda per bulan atau per tahun. Buatlah daftar pengeluaran Anda secara rinci dalam buku pengeluaran Anda- biaya makan, tranportasi, pakaian, sewa kamar, koran, buku, dan keperluan lainnya. Dari rincian itu, Anda bisa mendapat gambaran pengeluaran Anda dan bisa melakukan penghematan pada pos-pos yang tidak begitu penting.

Kelima, berilah secara rutin sejumlah uang kepada orang tua Anda. Sekalipun kondisi keuangan orang tua Anda mencukupi, lakukanlah hal ini sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada orang tua Anda dan bentuk penghargaan atas apa yang telah mereka lakukan kepada Anda. Orang tua Anda akan senang melihat sikap Anda yang tahu berterima kasih kepada orang tua dan bijak mengelola uang.

Keenam, hati-hatilah membelanjakan uang sekalipun telah Anda anggarkan. Usahakanlah hidup hemat. Anda bisa tergoda untuk mencicipi makanan atau minuman tertentu pada hal Anda tidak memerlukannya pada saat itu. Bisa juga Anda tergoda untuk menjaga gaya hidup yang membuat pengeluaran Anda membengkak. Berhati-hatilah akan godaan-godaan ini. Bila Anda berbelanja, catatlah pengeluaran Anda. Kumpulkan kwintasi pengeluaran untuk menjadi bahan evaluasi di akhir bulan atau akhir tahun. Selain itu, hati-hati dengan teman-teman Anda yang belum bekerja; mereka bisa menggoda bahkan memuji Anda agar Anda memboroskan uang Anda. Ini bisa jadi celah untuk pengeluaran yang lebih besar.

Ketujuh, lakukan evaluasi terhadap keuangan Anda. Tinjaulah secara berkala kondisi keuangan Anda; berapa Anda investasikan, berapa Anda belanjakan, dan berapa pengeluaran tak terduga. Bila ada perubahan dari anggaran yang telah Anda lakukan, telitilah penyebab penyimpangan tersebut. Ambillah langkah-langkah perbaikan di bulan-bulan berikutnya.

Bila Anda setia mengelola uang, ini bisa menjadi bekal bagi Anda untuk mengelola uang yang lebih besar. Anda tidak tahu kapan kesempatan itu datang dan bila itu tiba, Anda sudah siap.
Semoga pelajaran-pelajaran ini berguna buat Anda.
Renungan:
Bagaimana Anda mengelola uang Anda selama ini?
Bacalah sekali lagi nasihat-nasihat di atas dan coba lakukan nasihat di atas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Trimakasih atas komentar sobat, saya akan membalas secepatnya, salam sukses!!

BACA JUGA POSTING LAINNYA