Kamis, 12 Maret 2015

Tips mendapat pinjaman uang 02199687811

Tips mendapat pinjaman uang
begitu banyak fasilitas kredit yang ditawarkan oleh bank untuk keperluan modal usaha tidak hanya ditujukan bagi perusahaan, tetapi juga perorangan. Hal ini tentu akan sangat bermanfaat bagi kita yang sedang mulai berwirausaha, dan ingin mengembangkan usaha menjadi lebih besar. Sudah saatnya kita mengambil modal bank sebagai alternatif, karena selain prosesnya tidak berbelit, suku bunganya pun cukup bersaing.

Strategi Memperoleh Pinjaman Modal dari Bank
Namun tentunya bank tidak begitu saja akan mengabulkan permohonan pengajuan kredit, baik perorangan maupun korporat. Lalu apa yang menjadi bahan pertimbangan bank? Apakah jenis usaha mempengaruhi penilaian dari bank? jenis usaha sebenarnya tidak dipermasalahkan.

namun dapat disimpulkan Kriteria penilaian dari bank mencakup lima hal yang disebut sebagai 5C:

1. Character.
Menyangkut komitmen Anda sebagai pihak yang mengajukan permohonan, bagaimana track record Anda, bagaimana gaya manajemen Anda (apakah one man show, keluarga, atau partnership).

2. Capital.
Berapa besar dana pribadi yang Anda keluarkan, "Karena tidak mungkin seluruh modal berasal dari bank," kilah Ayu. Lalu struktur pemodalan (berapa jumlah modal awal yang disetor, dan laba yang terakumulasi menjadi modal), komposisi kepemilikan modal (siapa saja pemilik modal, siapa pemodal jaminan, dan apakah pemodal juga menjadi pengurus perusahaan), dan modal aset, yang terdiri atas tangible asset (tanah, bangunan, mesin, stock, dll.) dan intangible asset (merek, goodwill, nama baik, dll.).

3. Capacity.
Yang dinilai antara lain: bagaimana tren hasil penjualan (naik, turun, atau stagnan), struktur biaya (fixed cost, variable cost), perbandingan biaya dan pendapatan, hutang dan tagihan (lebih besar, lebih kecil, atau setara), proyeksi arus kas (surplus atau defisit), tenaga kerja (tetap atau kontrak, bagaimana skill dan pengalamannya), hingga kapasitas produksi (jumlah produksi per hari, apakah sesuai dengan penjualan).

4. Condition.
Meliputi perijinan usaha, kondisi industri sejenis (apakah berisiko kecil, menengah, atau tinggi), prospek usaha, situasi persaingan (apakah menjadi market leader, market follower, niche market, atau single fighter), dan ini yang terpenting: apa selling point atau keunikannya (apakah mudah ditiru, atau sulit ditiru, dan sampai kapan berlangsung).

5. Collateral.
Apakah ada jaminan, baik yang bersifat tangible (cash, stock, peralatan, kendaraan, dan yang sifatnya tidak bergerak seperti tanah dan bangunan), intangible (personal guarantee, company guarantee, asuransi kredit, asosiasi/koperasi penjamin, dll.).

Agar proposal pengembangan usaha Anda menarik minat bank, buatlah sedetail dan serealistis mungkin.
Siapkan bahan presentasi secara singkat namun komprehensif, dengan poin-poin seperti:

  • Penjelasan tujuan pengembangan usaha.
  • Target kenaikan penjualan dan aset yang diharapkan secara rinci.
  • Faktor-faktor yang dibutuhkan untuk pencapaian target.
  • Kekuatan, kelemahan, dan peluang yang akan dihadapi dalam pengembangan usaha tersebut.
  • Jadwal dan target waktu penyelesaian rencana kerja.
  • Penjelasan pihak-pihak yang terkait dengan pengembangan usaha tersebut.
  • Rencana penggunaan fasilitas kredit, dan jadwal pengembaliannya.

Syarat-syarat pinjaman lain yang perlu Anda penuhi sebelum mengajukan permohonan kredit dapat Anda peroleh dari bank bersangkutan. Sebagai contoh, BNI menyediakan dua jenis kredit, yaitu BNI-Kredit Usaha Rakyat (maksimal Rp 500 juta) dan BNI Wirausaha (maksimal Rp 1 milyar). Fasilitas kredit dari BNI-KUR diberikan untuk usaha produktif dalam bentuk kredit modal kerja dan kredit investasi dengan jangka waktu kredit maksimal 5 tahun. Syarat-syaratnya:

1.Warga Negara Indonesia (WNI).
2.Usaha telah berjalan minimal 1 tahun.
3.Mengisi formulir aplikasi dengan melampirkan fotokopi :
- Kartu keluarga (KK) dan KTP suami-isteri,
- Surat Nikah (bagi yang telah menikah),
- Surat ijin usaha (SIUP, TDP, HO dan SITU) atau
- surat keterangan kelurahan/ kecamatan, dan
- NPWP untuk kredit di atas Rp 50 Juta.

Bagaimana bila di tengah jalan tiba-tiba usaha Anda macet, atau Anda tidak mampu membayar cicilan ke bank? Ternyata, bank juga telah menyiapkan jalan keluarnya. "Bila debitor menghadapi risiko, bank akan melihat per kasus. Kami bisa melakukan restrukturisasi berdasarkan kasus yang dihadapi. Bagaimana pun juga kami berpikir untuk kemitraan jangka panjang,".

Jadi, jika Anda memang berniat mengembangkan usaha, dan punya komitmen terhadap diri sendiri maupun bank atas kelangsungan usaha Anda, tak ada lagi hal-hal yang perlu dikhawatirkan. DIN
Cara Menyusun Proposal Kredit Bank

Masih banyak kita lihat usaha kecil menengah yang belum terbiasa menyusun sebuah proposal kredit atau pembiayaan kepada bank. Padahal pendanaan dari bank sangat diperlukan agar usaha terus berkembang. Proposal kredit pada dasarnya memiliki kesamaan dengan studi kelayakan tetapi pembahasannya tidak terlalu mendalam dan tidak sekomprehensif studi kelayakan.
Dalam proposal kredit yang baik, biasanya aspek yang dikedepankan ialah aspek pemasaran dan analisis keuangan. Untuk aspek mikro atau kecil (untuk skala tertentu) cukup membuat proposal saja. Untuk usaha kecil dan menengah ke atas harus menyusun SK.

Daftar proposal kredit ke bank
  1. ringkasan eksekutif atau executive summary 
  2. tujuan
  3. kondisi usaha saat ini (kualitatif dan kuantitatif)
  4. rencana pengembangan usaha
  5. rencana kebutuhan kredit
  6. rencana jaminan kredit
  7. kesimpulan
  8. rekomendasi
  9. Executive summary/ ringkasan eksekutif
  10. nama usaha
  11. jumlah kredit
  12. jenis kredit (modal kerja/ investasi)
  13. target kredit (individual / kelompok)
  14. jangka waktu kredit (pendek/ panjang)
  15. Tujuan
  16. Peruntukan disusunnya proposal kredit
  17. Kondisi usaha saat ini
  18. Kualitatif
  19. Historis
  20. Manajemen
  21. Kepemilikan
  22. Pemasaran
  23. Produksi
  24. Rencana pengembangan usaha
  25. alasan untuk peningkatan
  26. asumsi / kebijakan yang akan ditempuh
  27. analisis SWOT
  28. risiko-risiko: produksi, pasar, manajemen, keuangan, serta alternatif eliminasi/ mitigasi risiko yang akan dilakukan
  29. Rencana kebutuhan kredit
  30. Analisis perputaran modal
  31. Analisis arus kas
  32. Analisis rugi laba
  33. Rencana jaminan kredit
  34. Bentuk jaminan: tanah, rumah, mesin, mobil
  35. Hak atas jaminan tersebut: hak milik, hak guna bangunan, hak pakai, hak sewa
  36. keterkaitan antara pemilik jaminan dengan calon debitur
  37. Kesimpulan
  38. Aspek produksi
  39. Aspek pemasaran
  40. Aspek keuangan
  41. Aspek manajemen
  42. Aspek jaminan
  43. Rekomendasi
  44. Feasible (layak usaha) : Uraikan apa sebabnya disebut feasible.
  45. Bankable (prudential banking): Uraikan apa sebabnya dikategorikan bankable.
  46. Prinsip kehati-hatian bank (prudential banking)
  47. Prinsip kehati-hatian analisis kredit (5C + 3R)
  48. character
  49. collateral (jaminan)
  50. capital
  51. capacity
  52. condition
  53. return
  54. repayment
  55. risk
Penolakan kredit
Adapun dua faktor penolakan kredit, yaitu:
  1. Faktor internal (bank):
  2. Di luar target market (mapping bank)
  3. pembina kredit gagal dalam usulan (proposal)
  4. sektor usaha masuk negative list
  5. Faktor eksternal (debitur)
  6. Jaminan kurang dari nominal kredit
  7. jaminan cukup tetapi milik orang lain
  8. informasi tentang debitur negatif
Semoga Menghibur dan Bermanfaat, kalo kurang jelas chat via ym az sob.......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Trimakasih atas komentar sobat, saya akan membalas secepatnya, salam sukses!!

BACA JUGA POSTING LAINNYA