Jenis jenis perusahaan leasing

Setelah kita menegetahui kegiatan - kegiatan yg dilakukan oleh Perusahaan leasing, maka selanjutnya dapat kita bagi perusahaan leasing menurut jenis-jenis usahanya.
Jenis -jenis perusahaan leasing dalam menjalankan kegiatannya dibagi ke dalam tiga kelompok,yaitu :
1.Independent leasing
Merupakan perusahaan leasing yg berdiri sendiri dapat sekaligus sebagai supplier atau membeli barang - barang modal dari suplier lain  untk dileasekan.
2.Capital lessor
Dalam perusahaan leasing jenis ini, produsen atau supplier mendirikan perusahaan leasing dan yg mereka leasekan adalah barang-barang milik mereka sendiri, tujuan utamanya adalah untuk dapat meningkatkan penjualan sehingga mengurangi penumpukan barang digudang/toko.
3.Lease broker
Perusahaan jenis ini kerjanya hanyalah mempertemukan keinginan lessee untuk memperoleh barang modal kepada pihak lessor untuk dileasekan. Jadi dalam hal ini lease broker hanya sebagai perantara antara pihak lessor dengan pihak lessee.

Perjanjian Leasing
Perjanjian yg dibuat antara lessor dengan lessee disebut '' lease agrement''  dimana didalam perjanjian tersebut memuat kontrak kerja bersyarat antara kedua belah pihak, leessor dan lessee.
Isi kontrak yg dibuat secara umum memuat antara lain :
1.Nama dan alamat lessee
2.Jenis barang modal yg diinginkan
3,Jumlah atau nilai barang yg dileasingkan
4.Syarat-syarat pembayaran
5.Syarat-syarat kepemilikan atau syarat lain
6.Biaya-biaya yg dikenakan
7.Sangsi-sangsi apabila lessee ingkar janji
8.dan lain-lainnya
Jika seluruh persyaratan sudah disetujui, maka pihak lessor akan menghubungi supplier untuk negosiasi barang dan menghubungi pihak asuransi untuk menanggung resiko pembayaran oleh lessee.namun dalam praktiknya dapat pula sebelum nasabah mangajukan permohonan ke perusahaan leasing, pihak lessee terlebih dulu melakukan negosiasi dengan suppliernya, kemudian barulah mencari leasing yang akan menjadi lessornya.

Biaya - biaya yg dikeluarkan
Setiap fasilitas yg diberikan oleh perusahaan leasing kepada pemohon (lessee) akan dikenakan berbagai macam biaya. Biaya - biaya ini besarnya akan ditentukan oleh masing - masing perusahaan leasing. Artinya antara perusahaan leasing biaya yg dibebankan kepada lessee tidak sama.Besar kecilnya biaya yg dikenakan terhadap nasabahnya akan mempengaruhi keuntungan yg diterima oleh perusahaan leasing.
Adapun biaya - biaya yg dibebankan kepada lessee biasanya terdiri dari :
1.Biaya Administrasi
2.Biaya materai untuk perjanjian/apraisal
3.Biaya Bunga terhadap barang yg dileasekan
4.Premi Asuransi yg disetor kepada pihak asuransi
Di antara biaya - biaya diatas,perolehan biaya diatas,perolehan biaya bunga merupakan perolehan terbesar sehingga keuntungan yg diperoleh pun terbesar dari bunga yg dibebankan kepada para lessee tersebut.

Prosedur Permohonan leasing
Setiap permohonan yg diajukan oleh lessee haruslah langsung kepada lessor, baik secara lisan maupun secara tertulis,kemudian oleh pihak lessor akan dipelajari secara seksama sehingga pada akhirnya nanti tidak akan merugikan pihak lessor akibat kesalahan analisis.
Prosedur permohonan fasilitas leasing oleh lesse kepada lessor secara umum sebagai berikut :

1.Pihak lessee mengajukan permohonan untuk memperoleh fasilitas suatu barang modal baik secara lisan maupun tertulis.
2.Pihal lessor akan meneliti maksud dan tujuan permohonan lessee
penelitiantentang kelengkapan dokumen yg dipersyaratkan. Jika masih ada dokumen atau informasi yg kurang, pemohon diminta untuk melengkapinya selengkap mungkin.
a) Mengajukan permohonan secara tertulis kepada pihak leasing, yg berisi antara lain maksud dan tujuan mengajukan leasing serta cara pembayarannya.
b) Akte pendirian perusahaan jika lessee berbentuk Perseroan Terbatas (PT) atau Yayasan.
c) Ktp dan Kartu Keluarga jika lessee berbentuk perseorangan
d) Laporan keuangan (neraca dan laporan rugi laba) 3 tahun terakhir jika lessee berbentuk PT.
e) Slip gaji dan bukti penghasilan lainya jika lessee berbentuk perorangan.
f) NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) baik untuk perorangan maupun perusahaan (diatas pembiayaan Rp 100,000,000-)
3.Jika dokumen yg dibutuhkan sudah lengkap, maka pihak lessor memberikan informasi tentang persyaratan dalam perjanjian kontrak antara lessee dengan lessor, termasuk hak dan kewajiban masing - masing.
4.Pihak lessor akan mengadakan penelitian analisis terhadap informasi yg diberikan lessee dengan cara :
a) Penelitian data untuk mengukur kemempuan dan kemauan lessee membayar kembali. Penelitian ini dapat dapat dilakukan dengan 5 C,yaitu character,capacity,capital,condition dan colleteral .
b) Meneliti langsung ke lokasi lessee berada (on the spot)
c) Menelti ke lokasi di mana lessee punya hubungan.
5.Penelitian dilakukan untuk mengukur kemampuan nasabah membayar dan kemauan nasabah membayar dengan disertai kebenaran informasi dan data yg ada dilapangan. Dari hasil penelitian dapatlah ditarik tiga kesimpulan yaitu :
a) Menolak permohonan lessee dengan alsan tertentu
b) Masih dipertimbangkan dengan catatan ditunda atau permohonan belum dapat diproses sampai jangka waktu tertentu dengan berbagai alasan
c) Menerima permohonan lessee karena telah sesuai dengan keinginan lessor.
6.Jika permohonan lessee telah diterima pihak lessor, maka pihak lessor mengadakan pertemuan denganpihak lessee,tentang persyaratan yg harus dipenuhi antara lain, penandatanganan surat perjanjian serta biaya - biay yg harus dibayar oleh lessee.
7.Pihak lessee membayar sejumlah kewajibannya dan menandatangani surat perjanjian antara lessee dan lessor
8.Pihak lessor melakukan pemesanan kepada supplier sesuai dengan  barang yg diinginkan lessee dan membayar sesuai dengan perjanjian dengan pihak supplier.
9.Pihak lessor juga menghubungi serta membayar premi asuransi yg sudah disetor lessee sebelumnya kepada pihak lessor.
10.Pihak supplier mengirim barang sesuai dengan surat pesanan dan surat bukti pembayaran yg telah dilakukan oleh lessor
11.Pihak lessor juga mengirim polis asuransi kepada lessee setelah diterbitkan  oleh pihak lessor atas nama lessee.
Dalam praktiknya setiap permohonan fasilitas leasing oleh lessee, maka prosedur dan persyaratan yg ditetapkan oleh perusahaan leasing berbeda antara satu dan lainnya. Hal ini sesuai dengan kepentingan perusahaan leasing itu sendiri dan secara umum memang prosedur dan persyaratan tidak jauh berbeda seperti yg telah diuraikan diatas.

BACA JUGA POSTING LAINNYA